Menulis Naskah Feature Radio
Apa itu Feature?
“Sajian/tulisan yang kreatif, kadang-kadang subyektif, yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca/pendengar tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan.”
Kreativitas
Berbeda dari penulisan berita biasa, penulisan feature memungkinkan reporter ”menciptakan” sebuah cerita. Meskipun masih diikat etika bahwa tulisan harus akurat – tidak boleh fiktif dan khayalan – reporter bisa mencari feature dalam pikirannya. Jadi berkreasilah sebebas mungkin.
Feature radio akan dipenuhi dengan suara, musik dan bunyi-bunyian, yang sangat beragam sehingga penuh warna.
Subyektifitas
Beberapa feature ditulis dalam bentuk ”aku”, sehingga memungkinkan reporter me-masukkan emosi dan pikirannya sendiri. Meskipun banyak reporter, yang dididik dalam reporting obyektif, hanya memakai teknik ini bila tidak ada pilihan lain, hasilnya enak dibaca.
Informatif
Feature, yang kurang nilai beritanya, bisa memberikan informasi kepada masyarakat mengenai situasi atau aspek kehidupan yang mungkin diabaikan dalam penulisan berita biasa. Misalnya tentang sebuah Museum atau Kebun Binatang yang terancam tutup.
Menghibur
Singkat kata, berbeda dengan berita, tulisan feature memberikan penekanan yang lebih besar pada fakta-fakta yang menarik — fakta yang mungkin merangsang emosi (menghibur, memunculkan empati, disamping tetap tidak meninggalkan unsur infor-matifnya). Karena penekanan itu, tulisan feature sering disebut kisah human interest atau kisah yang berwarna (colourful).
Jenis-jenis Feature
• Feature Pribadi (profil)
• Feature Sejarah
• Feature Petualangan/Perjalanan
• Feature Musiman (Hari raya dll)
• Feature Interpretatif (menggali sisi lain dari sebuah fakta, mis. Terorisme)
• Feature how to (Bagaimana menulis buku, merawat kendaraan dll)
Bagaimana menulis naskah feature?
Ingat, Easy Listening Formula!
Ingat, Write the Way You Talk.
Gunakan kalimat sehari-hari, tergantung pada siapa segment pendengar Anda.
Gunakan kata-kata yang menarik, unik, menggelitik dan mungkin tidak terduga.
Bebaskan diri Anda dari penggunaan kalimat yang kaku!
Menulis Lead Feature
Intinya menyampaikan hal paling menarik atau menyentuh di bagian awal. Berbeda dengan berita, lead feature biasanya berupa satu paragraf.
• Lead bercerita.
• Lead bertanya.
• Lead kutipan (insert/bunyi/musik)
• Lead ringkasan/kesimpulan
• Lead deskriptif
• dll
Contoh paragraf pembuka feature
Suasana di depan museum Gajah sangat sepi// Tidak terlihat seorang pun di sana// Padahal/ ini hari minggu/ hari yang seharusnya banyak pengunjung datang ke museum Gajah// Kenapa museum bersejarah ini sepi pengunjung?
Kalimat penutup
Kalimat penutup sangat penting, untuk memberikan efek kejut atau tak diduga kepada pendengar.
• Penutup kesimpulan
• Penutup klimaks
• Penutup mengambang
Tujuan Feature
Menghibur melalui penggunaan materi yang menarik tapi tidak selalu penting.
Menulis Naskah Dokumenter
Dokumenter adalah sebuah karya jurnalistik tentang sebuah fakta, yang sangat lengkap dan komprehensif menggunakan dokumen resmi/arsip yang dapat dibuktikan kebenarannya.
Karya dokumenter hanya menggunakan satu sudut pandang, yaitu kelengkapan ceritanya.
Perbedaan Dokumenter dan Feature
Dokumen
Berdasarkan dokumen lengkap.
Tidak ada subjektivitas.
Tujuannya bukan menghibur, tapi murni informatif.
Sifatnya komprehensif sehingga bisa menjadi refernsi.
Feature
Berdasarkan pilihan pembuatnya.
Mungkin subjektif, tergantung sudut pandang.
Tujuannya menghibur dan sedikit informatif.
Partial dan bebas menggunakan beragam sudut pandang
Kemasan Dokumenter
Meski terkesan sangat serius dan komprehensif, pembuat dokumenter dituntut mengemasnya semenarik mungkin.
Sehingga kemasannya, bisa saja sama dengan kemasan feature, yang penuh dengan suara, bunyi-bunyian dan musik.
Bagaimana menulis dokumenter?
Tetap, Easy Listening Formula.
Tetap, Write the Way You Talk.
Gunakan kalimat yang sedikit lebih formal dibanding feature.
Lebih hati-hati dalam memilih variasi kata.
Hindari penggunaan kalimat yang kaku.
Tim Produksi Siaran Radio
Hiburan/Musik:
1. Produser
2. Penulis Naskah/Riset
3. Direktur Musik (Music Director)
Berita:
1. Produser
2. Reporter
3. Penulis Naskah/Riset
4. Operator Produksi
Kemasan Pendukung:
1. Produser/Kreator
2. Penulis Naskah
3. Operator Produksi
Tugas Tim Produksi
Produser:
- Bertanggung jawab atas produk yang dihasilkan.
- Menyediakan produk tepat pada waktunya.
- Mengkoordinir tim produksi.
- Mengatur alur kerja tim produksi.
- Menyediakan semua keperluan tim produksi.
- Menjadi jembatan tim dengan pihak lain.
Penulis Naskah:
• Menyediakan naskah sebagai bahan produksi/bahan siaran.
• Menyediakan bahan tepat pada waktunya.
• Memastikan keakuratan data dan pengayaan data melalui riset.
Reporter:
• Mencari bahan di lapangan/luar kantor.
• Menyediakan naskah siap baca.
• Menyampaikan laporan dari lapangan
Direktur Musik:
• Menyediakan musik yang dibutuhkan.
• Memberikan masukan musik yang tepat.
• Melaksanakan tugas tersebut sesuai waktunya.
Operator Produksi:
• Memproduksi sesuai perintah produser.
• Memiksing bahan mentah menjadi sebuah bahan layak siar.
• Mengerjakan dalam tempo sesuai keperluan tim
Peralatan Produksi
• Tape Recorder
• Headphone/earphone
• Komputer editing dengan software suara (cool edit) dan speaker.
• Studio rekaman (studio berisi mikser, mike, speaker dan komputer bersoftware cool edit)
Peralatan Lengkap Studio Radio
• Microphone
• Audio Console (mixing console)
• Tape Recorder
• Real to real tape machine
• CD (compact disc) player/writer
• DVD (digital compact disc) player
• Turntable (piringan hitam)
• Power Amplifier (monitor)
• Headphone
• Computer
01 November 2010
Langganan:
Postingan (Atom)